Terapkan Permendikbud No 6 Disdikbud Lahat Tes Cakep

SWARNANEWS.CO.ID, LAHAT | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat kembali melaksanakan Tes Calon Kepala Sekolah (CAKEP), tentunya pelaksanaan tes ini dilaksanakan untuk menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, adapun pelaksanaan tes dilaksanakan di hotel Grand Zuri, tanggal 19 – 21 Desember 2019 dengan menggunakan anggaran dana ABT tahun 2019.

Sebelumnya, pihak dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lahat telah melaksanakan seleksi kepada guru yang telah memiliki syarat penuh dan pada akhirnya hanya 74 peserta dari tingkat SMP dan 69 peserta dari tingkat SD.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat H.Suhirdin melalui Kabid pendidikan menengah Saripudin,S.Pd, MM kepada Swarnanews menjelaskan kalau pihaknya telah melaksanakan tes substansi bakal calon kepala sekolah sejak tanggal 19-21 Desember.

“Tes ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat bekerja sama dengan LP2KS Solo dan LPMP Provinsi Sumatera Selatan, mudah-mudahan semuanya lulus, setidak-tidaknya 40 peserta baik dari tingkat SMP maupun SD,” jelasnya, Jum’at (20/12/2019).

Ditanya apakah tes ini adalah untuk mempersiapkan roling kepala sekolah dalam waktu dekat. Ia menjelaskan memang benar setidaknya yang lulus pada tes bakal cakep ini dipersiapkan untuk roling kepala sekolah nanti baik SMP maupun SD.

“Ya, dilaksanakannya tes bakal cakep ini diantaranya untuk mempersiapkan roling kepala sekolah yang sudah habis masa baktinya atau masa jabatan kepala sekolah sudah habis,” bebernya.

Selain itu Tim Asesor LP2KS Solo Raskadi,S.Si.,M.Pd didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukaryo,M.Pd mengatakan bahwa memang telah dilaksanakan tes potensi kepemimpinan kepala sekolah dengan sistem instrumen.

“Dari tes tertulis akan muncul ciri-ciri kepemimpinan itu, untuk yang tes ini terutama tes  tertulis semuanya gagal untuk itu kami gali dengan tes wawancara, untuk menyebutkan 8 standar nasional pendidikan saja mereka kadang-kadang bolak balik,” terang Raskadi.

Masih kata Raskadi, dengan digali melalui tes wawancara ini ternyata para peserta baru mengerti apa-apa yang telah diteskan kepada mereka melalui tes tertulis tersebut.

Dilanjutkannya, untuk peserta Insya Allah lulus karena ini semua sudah standar nasional, alat Instrument ini dari tahun 2009 hingga sekarang belum ada perubahan.

“Untuk sekarang belum bisa dilihat siapa yang lulus karena masih mentah, dan akan diinfokan kembali,” timpal Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat.

Teks : Jumra
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait