Terkait Pelaksanaan Vaksinasi, Polres Pagaralam Lakukan Koordinasi

SWARNANEWS.CO.ID,PAGARALAM | Jelang pendistribusian dan pelaksanaan vaksinasi sinovac yang dikabarkan akan dimulai pada bulan Januari 2021, Polres Pagaralam menggelar rapat persiapan bersama Dinas Kesehatan dan Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Kota Pagaralam.

Rapat tersebut dilaksanakan diruang rapat Polres Pagaralam yang diikuti oleh Kabag Ops Kasat Intelkam, Kasat Shabara, Kasat Binmas dan Seluruh Kapolsek dan seluruh Kepala Puskesmas se Kota Pagaralam, Selasa (12/1/2021).

Dalam arahannya, Kapolres Kota Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIk mengatakan, untuk meyakinkan masyarakat agar tidak ragu untuk divaksin dan menyampaikan bahwa vaksin tersebut  aman dan halal maka perlu dilakukan sosialisasi terlebih dulu ke masyarakat.

“Selain itu tenaga kesehatan (Nakes) sebagai penerima vaksin pertama hendaknya tidak menunjukkan keraguan agar hal ini dapat meyakinkan masyarakat juga,”ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan,Upaya pengamanan Vaksin tersebut Dinkes harus benar-benar memperhatikan tempat penyimpanan agar terjaga dan kondisi vaksin tetap baik.
“Serta kordinasikan jadwal pelaksanaanya agar Polres Pagar Alam menyiapkan pengamanan,” ucapnya.

Pasalnya, Kata Kapolres, Polres Pagaralam akan menempatkan minimal dua personel untuk melakukan pengamanan dimana vaksin tersebut disimpan dan melakukan pengawalan dalam pendistribusianya, dan akan membuat posko pengamanan vaksin di puskesmas yang sudah ditunjuk.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam Dessi Elviani menambahkan bahwasanya, untuk tahap awal Dinkes Kota Pagaralam sudah mengusulkan sebanyak 100 vial vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel.

“Dan pada tahap awal vaksinasi akan diberikan kepada 961 orang tenaga kesehatan yang dalam kondisi sehat,” imbuhnya.

Sementara Dirut RSUD Besemah Kota Pagaralam Dian Netta Anggreani menambahkan, bahwa sebelum divaksinasi natinta penerima vaksin juga harus di cek fisik dan screening untuk memastikan bahwa penerima vaksin tersebut sehat atau tidak.

“Dan skema pelaksanaanya hanya dibatasi sebanyak 20 orang dalam satu hari di tiap puskesmas yang sudah ditunjuk, dan untuk melihat efek vaksin terhadap orang yang di vaksin harus menunggu 30 menit,” pungkasnya.

Teks : Reri Alfian

Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait