Tim Kuasa Askolani Bantah Tuduhan NY ke Polda Sumsel

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Tim kuasa hukum Askolani Bupati Banyuasin, Dodi Ika SH mengklarifikasi terkait laporan dibuat oleh seorang wanita berinisial NY ke Polda Sumsel terkait dugaan pernikahan tanpa izin.

Dodi Ika menegaskan, apa yang dituduhkan kepada kliennya Askolani adalah tidak benar dan jelas jelas sangat tidak mendasar.

Pada tanggal 15 Maret 2015, NY datang ke Banyuasin menemui Kliennya di Rumah Dinas meminta segera menandatangani surat cerai yang di buat NY.

” Tuduhan itu tidak benar. Kejadian bermula pada tahun 2014, kliennya menikah sirih kepada NY. Akan tetapi, dalam perjalanan waktu, NY diduga melakukan perselingkuhan.
Akhirnya pada Maret 2015, kliennya dan NY bercerai dan ada bukti dokumen surat pernyataan cerainya di atas materai,” ujarnya saat konferensi pers dikantor hukumnya, Selasa (2/8/2022).

“Dengan adanya laporan tersebut, klien kami H Askolani merasa dirugikan baik secara pribadi, keluarga maupun jabatan sebagai Bupati Banyuasin,” ucapnya.

Dodi menerangkan, terkait tuduhan penelantaran anak usai perceraian, awalnya kliennya masih memberikan nafkah setiap bulan kepada NY dan anaknya.

“Klien saya masih memberikan nafkah setiap bulannya. Akan tetapi nafkah itu dihentikan karena pada saat Pilkada Banyuasin tahun 2017, NY melakukan kampanye hitam (Black Campaign) terhadap kliennya dengan menerbitkan surat pernikahan tanpa sepengetahuannya.

Dan itupun, kliennya sudah lakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang akhirnya gugatan dikabulkan dengan putusan membatalkan surat pernikahan yang dikeluarkan KUA Kertapati,” paparnya.

Lebih lanjut, Dodi menerangkan, pada tahun 2019 NY melapor ke KPAI di Jakarta. Dari KPAI ,kliennya sempat mendapat panggilan dari komisioner KPAI dan panggilan itu dipenuhi kliennya.

“Klien kita bersedia memberikan nafkah ke mantan istri dan anaknya dengan syarat melakukan tes DNA terhadap anak tersebut. Bahkan kliennya sudah menyerahkan sampel darah ke laboratorium Mabes Polri. Tapi sampai saat ini sampel dari anak NY untuk tes DNA tidak diberikan kepada pihak berwenang,” tuturnya.

Kemudian, Dodi menyampaikan, pihaknya memberikan waktu kepada NY 2×24 jam untuk mencabut laporan dan meminta maaf.

“Kami memberikan waktu kepada NY 2×24 jam untuk mencabut laporan dan meminta maaf kepada klien kami,” bebernya.

“Jika tidak ada itikad baik selama waktu yang kami berikan, maka pada Kamis nanti, klien kami akan melaporkan balik yang bersangkutan ke Polda Sumsel dengan tuduhan pencemaran nama baik,” jelasnya.

“Dengan adanya laporan tersebut, klien kami H Askolani merasa dirugikan baik secara pribadi, keluarga maupun jabatan sebagai Bupati Banyuasin,” tandasnya.(Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait