Usaha Dadakan, Omset Menjanjikan

SWARNANEWS.CO.ID Banyak berfikir membuka usaha harus menunggu modal besar dan tenaga kerja handal professional.  Padahal menurut pakar entrepreneur, “moment” merupakan faktor utama yang paling menjanjikan dan mampu memberikan  peluang keungatungan berkali lipat dibandingkan sekedar modal besar dan SDm handal. Pasca lebaran merupakan moment buka usaha baru paling banyak ditunggu-tunggu.

Apa itu? Usaha menjual sayur masak dan makanan instant siap saji hasil hand made, pasca lebaran ini menjadi usaha primadona paling banyak dicari konsumen dan mampu menghasilkan omset sangat menggiurkan, dibandingkan usaha lain.

Jenis usaha tergolong momentum ini dicari konsumen lantaran masih melambungnya harga barang-barang konsumsi rumah tangga untuk kebutuhan dapur sehari-hari seperti sayur, ikan dan bahkan ayam juga konsumsi penunjang lain seperti buah-buahan.

Ranti (45) pemilik warung makan “Yasmin” di kawasan Jalan Soekarno Hatta saat dibincangi SWARNANEWS mengakui, sejak 3 hari pasca lebaran omset warungnya mengejutkan mampu meraup omset hingga 3-4 kali lipat dari biasanya.

“Untuk nasi dan lauk pauk saja, kita jual dengan harga Rp 10.000 – 15.000 per porsi dengan variasi ikan, sayur, lauk pauk penunjang lainya. Sehari biasa kita hanya dapat uang Rp 280.000-350.000, inipun kalau sedang ramai karyawan bengkel tanggal muda. Kalau tanggal tua malah hanya Rp 150.000 sampai Rp 200.000 an. Anehnya, pas habis lebaran bisa tembus Rp 500.000 hingga Rp 700.000, saya benar-benar kaget, jadi semangat jualanya,” kata Ranti didampingi suaminya.

Faktor utama kata Ranti kebutuhan. Banyak karyawan bengkel las dan bubut di dekat warungnya yang membawa pulang masakanya. Mulai sayur masak, lauk pauk bahkan sambel. “Ya, katanya istrinya belum masak karena masih di dusun, bahkan ada bercerita masih banyak tamu ke rumah jadi repot. Tapi rata-rata Cuma lauknya, kalau nasinya mereka biasa saja makan di sini saja tidak bawa pulang,”beber Ranti.

Hal senada juga dikatakan Lasih (38) penjual gado-gado di lokasi Bukit Besar Unsri, mengaku harus menaikkan harga jual gado-gadonya dari Rp 10.000 pakai telur menjadi Rp 12.000 pakai telur per porsinya. Sedangkan Tanpa telur dijual dari 8.000 per porsi menjadi Rp 10.000 per porsi.

Selain faktor harga sayur masih sangat mahal 2 bahkan 3kali lipat dari biasanya. Ditambah lagi kualitas barang agaj jelek dan susah didapatkan karena stoknya masih sedikit. Pembeli mengalami kenaikan luar biasa pasca lebaran ini. Lasih memprediksi akan terus berlangsung kenaikan harga beli ini hingga sebulan pasca lebaran. Setelah itu baru normal kembali.

“Tahun ini kebetulan saya tidak pulang ke Magetan Jawa Tengah, kampong saya, karena sudah telat pesan tiket jadi mahal semua. Lebih baik tidak pulang kampong. Makanya saya bisa langsung jualan sejak lebaran kedua. Alhamdulillah rejeki anak soleh banyak, bisa 4 kali lipat dari biasanya. Biasanya Rp 150.000 per hari, paling ramai Rp 220.000 per setengah hari mangkal, habis lebaran ini saya pernah mengantongi Rp 900.000 sehari pada hari ketiga lebaran, hari lainya relative Rp 700.000 an masih. Saya menambah satu orang tenaga untuk membantu, ditambah suami dan satu anaknya,”jelasnya.

Jika Ia berharap lebaran bisa diperpanjang, ia akan senang sekali. Ia memperediksi dua pecan kedepan akan segera normal saat semua pasar dan pemasok sudah normal.

teks : aish

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait