Warga Bengkuang Banyuasin Gotong Royong Bangun Jalan Desa

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pemdes Desa Bengkuang bergotong- royong bersama warga Bengkuang, memperbaiki jalan desa supaya bisa dilewati kendaraan.

Semakin parahnya akses jalan Penghubung Desa Lubuk Lancang menuju Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin membuat aktivitas warga terhambat, memaksa Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat berpikir keras agar jalan tetap dapat dilalui.

Pemdes bersama puluhan masyarakat akhirnya dengan dibantu PT.LCG bergotong royong memasang pelataran kayu di sepanjang jalan yang mengalami kerusakan, Senin (29/3/2021).

Solihan Kades Bengkuang menuturkan, bahwasanya kegiatan gotong royong ini berlangsung dua hari dimulai hari kemarin dan hari ini.

“Kami bersama masyarakat berpikir keras agar jalan tetap dapat dilalui. tidak lain guna mengangkut hasil pertanian yang ada di desa karena ini akses jalan satu- satunya,” jelasnya.

Kondisi desa yang hampir terisolir karena kerusakan jalan begitu parah sepanjang 2 km, membuat jalan sangat sulit dilalui. Berimbas tidak ada kendaraan yang keluar masuk. Kalau pun ada terpaksa untuk membeli keperluan sehari–hari, membawa hasil pertanian dan orang sakit mau ke rumah sakit, dan keperluan mendesak lain.

“Kami tetap optimis pemerintah daerah sampai pusat dapat mendengar jeritan 300 KK, beserta ribuan jiwa di dalam desa. Getir merintih sedih melihat keadaan jalan ini,” ujarnya lirih.

Semua pihak sudah dijumpai agar jalan dapat segera diperbaiki dari pemerintah daerah, anggota dewan sampai gubernur Sumsel, belum juga ada reaksi. Karena masa transisi ini mungkin cepat tanggap atau bersifat darurat memperbaiki jalan menuju desa kami. Itu harapan seluruh warga karena jalan itu akses yang sangat vital.

“Ya, dengan kemampuan seadanya bersama warga kita pasang kayu karet supaya bisa dilalui kendaraan. Entah berapa lama kayu ini bisa bertahan, semoga pihak terkait bisa hibah dengan kondisi kami di Desa Bengkuang. Kami tahu ini masa transisi tetapi jalan merupakan akses vital kalau pembangunan lain biarlah dulu yang penting jalan,” paparnya Solihan.

Perlu diketahui sejak pemerkaran jalan Desa Bengkuang hanya satu kali mendapat pengecoran jalan sepanjang 1,5 km. Sementara jalan yang rusak sangat parah 2 km di samping ditambah rusak ringan, diperkirakan ada sepanjang 7 km. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait