Waspadai Sindikat Penyalahgunaan KTP/KK

SWARNANEWS.CO.ID, PALI | Mungkin Masyarakat sudah banyak yang tahu bahwasanya belakangan ini banyak modus sindikat menggunkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan peminjaman online dan jual beli barang online. Hal tersebut ternyata nyata dialami oleh lima warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kelima warga tersebut adalah warga Kecamatan Talang Ubi, PALI. Mereka sebut saja, YD, PB, AB, NA dan EF. Alhasil, kelima warga tersebut didatangi oleh pihak Bank guna melakukan Klasifikasi atas kebenaran data sebagai nasabah salah satu Bank. Jelas saja, kelima warga tersebut diminta oleh pihak Bank untuk klasrifikasi data rekening atas nama kelima warga tersebut.

Diceritakan salah satu nasabah atas nama YD, pada hari Jumat tanggal 20 November 2020 lalu ia didatangi dari pihak bank mandiri untuk klarifikasi terkait dengan nama dan rekening dan ATM Bank Mandiri atas nama dirinya. Sementara dari pihak Bank menjelaskan pihkanya mau klarifikasi kebenaran data, mengingat data atas nama lima orang tersebut termasuk dirinya melakukan transksi jual beli barang. Namun barang yang di pesan oleh salah satu konsumen yang ada di Solo tak kunjung datang.

“Mungkin orang itu (pembeli) laporan ke pihak Bank, sehingga Bank melakukan penelusuran dan data seperti KTP dan KK kami digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.Senin tanggal 23 November 2020 kami dipanggil pihak Bank untuk klarifikasi,” Yd mengawali ceri
Tanya, Jumat (27/11/2020)

Diakuinya, beberapa waktu lalu ia didatangai salah seorang sebut saja HS, mendatanginya dengan mengatakan meminta tolong dengan dirinya untuk meminjamkan KTP dan KK kemduian untuk dibuatkan rekening. Dengan alasan untuk membantu orang PALI yang ada di Solo tidak punya uang karena belum gajian.

“Rekening yang baru rencana mau bantu orang PALI di Solo untuk mengirimkan uang melalui ATM. Pelaku kasih uang Rp 100.000. Niat aku mau menolong, tapi ternyata digunakan untuk penipuan dan saya sebagai korban sudah datang ke Bank Mandiri untuk klarifikasi,” ujar Yd.

Diakuinya, tak hanya di Bank Mandiri, dari lima orang tersebut diatas juga ada rekening di Bank BRI dan dibuatkan oleh orang yang sama. Namun, belum sempat di salahgunakan, dan rekening tersebut sudah di blokir.

“Sudah diblokir, belum sempat digunakan untuk penipuan. Atas kejadian ini, kami mersa ditipu dan dirugikan, jika permasalahan ini diperpanjang kami siap buat laporan kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu Yd hanya bisa mengatakan, bahwa masyarakat harus waspada jika ada seseorang yang tidak dikenal dengan seribu alasan. Apalagi meminta data KTP dan KK kemudian di foto dan lain-lain wajib di curigai

“Waspada bae kalu ade wang datang yang idak di kenal, (waspada saja jika ada orang datang yang tidak dikenal) dengan alsan ini, itu apa lagi mendata dan lain-lain agek (nanti) di salahgunakan, ape lagi di iming-iming ke dapat ini dan itu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri Pendopo PALI Jorana ditemui di ruang kerjanya membenarkan adanya Klarifikasi tekait dengan nama-nama nasabah tersebut. Hanya saja untuk lebih detilnya pihkanya tidak bisa membantu termasuk memberikan stedmen secara detil. Pihkanya satu pintu yang berhak memberikan keterangan adalah Kakanwil.

“Saya tidak bisa memberikan keterangan lengkap ada yang lebih berhak memberikan keterangan kami satu pintu. Nanti saya ditegur, saya paham tujuanya publikasi adalah untuk pencerahan kepada masyarakat luas, artinya edukasi bagi masyarakat untuk waspada dan hati-hati jika diminta orang yang tidak dikenal apa lagi diimingi-imingi dan lain-lain, tapi benar ada nama nasabah itu tapi maaf kami tidak bisa jelaskan secara detil,” ujarnya.

Teks/Editor :Sangkut/Asih

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait