Wilayah Perkantoran Pemkab OI Jadi Objek Balap Liar, Polisi Ambil Tindakan Tegas

SWARNANEWS.CO.ID | Indralaya, Aksi balap liar yang di lakukan oleh sejumlah anak muda di lingkungan Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai di sore hari, membuat resah masyarakat disekitar.

Pusat perkantoran yang juga sering dijadikan masyarakat untuk beraktivitas olehraga dan nongkrong-nongrong pada sore hari itu, seakan tercoreng dengan adanya aksi balap liar sejumlah muda-mudi tersebut. Apalagi, rumah dinas Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar ada di sana.

Mendengar banyaknya keluhan dari masyarakat, Satlantas Polres Ogan Ilir melakukan tindakan tegas, mengamankan sejumlah orang dan kendaraan yang dijadikan kendaraan untuk balapan liar tersebut.

“Kita tertibkan karena meresahkan. Mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Kasat Lantas AKP Muhammad Alka, Senin (27/9).

Selain meresahkan karena melakukan balapan liar, sejumlah kendaraan yang di gunakanpun memakai knalpot brong atau knalpot bising yang menambah ketidakkondusifan suasana.

“Pada razia yang digelar kemarin, anggota kita mengamankan beberapa unit motor yang terlibat balap liar dan menggunakan knalpot brong. Pengendara yang terlibat balap liar dan menggunakan knalpot brong, kami tilang,” tegas Alka.

Beberapa hal yang ditekankan polisi diantaranya pengendara harus menggunakan helm SNI, tidak melawan arus, tidak menggunakan handphone saat berkendara, tidak berboncengan lebih dari dua orang dan mematuhi peraturan lalu lintas.

Satu hal lagi yang menjadi perhatian polisi demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas yakni tidak menggunakan knalpot brong terutama pada kendaraan roda dua.

Knalpot bising yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan naik jalan diatur pada Pasal 285 Ayat 1 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009. Yang mengatakan bahwa pemilik kendaraan dengan knalpot brong dapat dipidana penjara paling lama 1 bulan dan denda maksimal Rp 250 ribu. “Sehingga pada Operasi Patuh Musi kali ini, salah satu yang kami tekankan adalah larangan menggunakan knalpot brong,” kata Alka.

Bagi pengendara yang hendak mengurus tilang, selain harus membayar denda juga harus mengganti knalpot brong dengan knalpot standar. “Ini untuk memberikan efek jera kepada pengendara karena mengganggu ketertiban berkendara,” tegas Alka.

Alka Juga menghimbau dan mensosialisasikan pada masyarakat terutama kepada para muda-mudi agar tidak memakai knalpot brong. Sosialisasi tersebut juga dilakukan di bengkel-bengkel yang tersebar diantaranya Indralaya dan Tanjung Raja. “Kepada para pemilik bengkel juga kami sampaikan untuk turut bekerjasama menciptakan Kamseltibcar lalu lintas dengan tidak melayani pemasangan knalpot bising,” ucap Alka.

Teks: Rilis

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait