Wisata Bungalow Memukau Namun Terlupakan

Semilir angin pagi di balik desiran air yang diaduk aduk ombak Sungai Musi, tak menyurutkan Swarna news berkunjung ke Bungalow. Konon kabarnya, destinasi wisata ini sudah dibangun sejak 2015 oleh Pemkot Palembang. Namun sayang, hingga hari ini nyaris tak terdengar di telinga masyarakat, bila di wilayah 500 meter dari Pulau Kemarau ini tersimpan tempat wisata Indah dilengkapi dengan villa villa cantiq nan memukau.

Oleh: Asih Wahyu Rini

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Bungalow namanya indah. Wisata ini semakin membuat mata siapapun tidak akan lelah saat memandang.

Bahkan penelusuran Swarna news, dari pelataran dermaga BKB ke Bungalow menyusuri aliran sungai ini semakin asyik saat biduk perahu mulai merapat ke dermaga kecil di Bungalow hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Atau bagi yang mau mecarter perahu bermuatan sepuluh orang, cukup merogoh kocek Rp. 100 ribu per perahu dari dermaga BKB ke Bungalow.

Meski belum ada papan nama ‘Wisata Bungalow’ saat memasukikawasan indah ini. Namun, jembatan panjang warna warni terbangun rapi dan bersih sudah menyiratkan mata, ada banyak kenyamanan di sini.

Tak ayal, saat kaki ini menapakkan langkah di jembatan kecil memasuki area wisata Bungalow yang sengaja dikerumuni tumbuhan air Eceng Gondok tumbuh dengan subur menghijau di area sekitar jembatan.

Bahkan, mata ini akan semakin dimanjakan dengan pepohonan rimbun dan rindang tertanam artistik di berbagi sudut jalan masuk Bungalow.

Meski kawasan ini merupakan area pinggiran sungai, dan masih masuk kelurahan 1 Ilir, Kecamtan IT II Palembang, tepatnya berdampingan dengan kawasan Pulau Kemaro. Namun perencanaan bangunan dan tata letak sudah begitu apik tertata layaknya kawasan wisata elit. Ada rest area dan panggung utama yang bisa digunakan untuk even, mulai outbond, bazar atapun pagelaran acara lain yang cukup ditambahkan dengan panggung dan tenda.

Hiasan lampu di sepanjang jalan dipadu dengan desain pagar minimalis besi pun semakin mempercantik kawasan ini, dan layak dinobatkan sebagai Bungalow untuk Semua Musim.

Tak berhenti di sini, menyisir kawasan ini, area persawahan ranum menghijau di sekitaran Bungalow pun seakan menghibur hati dan fikiran siapapun larut dalam hayalan indahnya bumi ini.

Riuh riang sesekali dari candaan para petani yang sedang menanam padi di sawah pun, menjadi nyanyian jiwa tak bosan didengar meski tak ada seruling bambu mengiringi.

Saat penat pun, kita bisa beristirahat dengan nyaman di vila vila cantiq megah yang sudah tersedia.

Ada sekitar 10 vila yang sudah dibangun di Bungalow ini. Dengan fasilitas kamar mandi, ruang utama istirahat dan ruang santai bersama di lantai bawah, kesemuanya di desain panggung menyerupai rumah rumah tradisional dipadu semi modern dengan padu padan bebatuan sungai.

Usai istirahat sebentar, Swarna news menyempatkan diri menemui 3 orang penjaga Bungalow dari 9 orang penjaga yang ditugaskan oleh Pemkot Palembang di bawah naungan Dinas Pariwisata Palembang.

Menurut Nurdin salah satu pengelola dan petugas jaga Bungalow, sejak selesai dibangun 2015 oleh Pemkot Palembang, kawasan wisata Bungalow ini belum banyak diketahui masyarakat umum.

“Masih sangat sepi di sini dek, hanya sesekali saja ada tourist berkunjung singgah seharian. Juga beberapa kali kegiatan pak Walikota Palembang. Sedangkan kunjungan masyarakat umum masih satu dua saja di Sabtu Minggu saja, ” jelas Nurdin antusias.

Diakui Nurdin, sejauh ini meski bangunan vila tampak megah, namun dari sisi fasilitas lengkap di vila belum ada. Hanya fasilitas secara umum saja, kamar mandi, ruang istirahat. Belum selengkap vila vila mewah lain.

Saat ini, vila vila ini masih digratiskan, begitupun saat masuk ke kawasan ini. “Kita berharap saat nanti Bungalow sudah direspon masyarakat luas dan ramai, kemungkinan baru akan ditetapkan tarif bayar khusus. Kita masih tunggu instruksi Pemkot,” kata Nurdin.

Sistemnya sementara ini, silakan langsung datang ke Bungalow, pakai saja, cukup izin dengan pengelola dan penjaga di sini.

Setelah izin masuk dengan petugas, pihak pengelola akan menyiapkan kebutuhan para pengunjung. Menghidupkan kran air, lampu dan fasilitas vila lain.

“Para penjaga di sini rata rata ketua rt. Seperti Nurdin ketua rt.18, kami berjaga bergantian setiap siang dan malam 24 jam di Bungalow,” imbuhnya.

Nurdin dan kawan kawan penjaga Bungalow berharap, kawasan ini bisa dimanfaatkan semaksimal oleh masyarakat berlibur bersama keluarga dan even perusahaan lainya.

“Kita berharap kalau Bungalow akan jadi aset wisata bisa menambah pendapatan daerah. Jadi gaji kita berharap bisa naik dek, dari saat ini Rp. 1,2 juta per bulan untuk 9 orang petugas jaga dan pengelola Bungalow,” bebernya.

Soal kenyamanan, Nurdin mengakui di Bungalow sangat nyaman dan juga aman. Bahkan saat air Sungai pasang pun, tidak banjir, dan tidak ada air meluap ke villa dan kawasan Bungalow.

Jika ditilik dari desain tiang, cukup tinggi semua tiang tiang pancang kawasan bangunan di Bungalow mencapai 2 meter lebih dari dasar sungai, sehingga justru menambah keindahan kawasan ini saat air dalam kondisi pasang.

Fasilitas lain di Bungalow, selain villa, ada gedung Dishub kota Palembang, gudang permainan Jetsky bagi yang ingin menyewa fasilitas Jetsky kesemuanya dikelola di bawah Dinas Pariwisata.

Soal waktu kunjung, di sisi lain Hermansyah juga mengatakan, belum ada pembatasan jam waktu penggunaan.

“Mau seminggu silakan, mau sehari juga silakan, semua kita jaga atur di sini bersama penjaga. Yang penting jaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan, juga akan terus diawasi oleh petugas. Khusus anak anak muda bujang gadis semua akan kita atur dan batasi villa nya, jangan sampai ada hal hal tidak diinginkan,” tegasnya.

Ungkapan senada dilontarkan Marsoni Teguh, Kepala Gudang Gedung Dinas Perhubungan. Sejauh ini di gedungnya belum ada aktifitas apa apa, dan hanya ada aktifitas pembersihan sampah sampah di Bungalow, jaga keamanan dan lainya.

Upaya untuk promosi juga belum ada. Paling ada tamu, pakai jetsky Dishub bisa difasilitasi , untuk pertemuan khusus juga bisa menggunakan gedung kantor Dishub dilengkapi dengan area halaman cukup luas.

Ia berharap semua pihak bisa membantu mempopulerkan Bungalow sebagai salah satu aset wisata luar biasa. Baik ke turis mancanegara ataupun wisatawan nusantara.(*)

Teks/Editor: Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait